Sabtu, 10 Desember 2011

ANGKA DAN HURUF-HURUF ARAB DALAM TUBUH MANUSIA

Garis-garis pada telapak tangan manusia, hampir serupa bentuknya, walupun umat manusia berlain-lainan agamanya. Lihatlah pada telapak tangan sebelah kiri, seolah-olah tertulis ang huruf Arab 81, dan sebelah kanan angka 18. Membaca tulisan huruf Arab dari kanan ke kiri, dan membaca bilangan angka Arab dai kiri ke kanan, sepeti membaca angka huruf latin. Membaca tulisan Cina dan Jepang dari atas kebawah. Pada dua belah tapak tangan umat manusia seolah-olah merupakan angka 81+18 = 99.
Diwaktu kelima jai tangan kanan di genggamkan membaca tahyat dalam sholat, seolah-olah jari kelingking merupakan huruf ,,Alif” , jari menis huruf ,,Lam” petama, jaritengah huruf ,,Lam” kedua, jari telunjuk huruf ,,tasydid”, ibu jari merupakan huruf ,,Ha”, kelimanya huruf Allah.
Bentuk kepala umat manusia seolah-olah merupakan huruf ,,Mim”, kesepuluh jari letakkan di bawah hidung, merupakan huruf ,,ha”, panggul merupakan huruf ,,Mim”, tapak kaki huruf ,,Dal”. Berarti badan manusia itu, seolah-olah merupakan huruf ,,Muhammad”. Menurut riwayat: neraka merasa malu membakar manusia yang berdosa kalau bentuk manusia itu seolah-olah merupakan jasad Nabi Muhammad saw. Lantas bentuk manusia itu ditukar seperti bentuk binatang barulah api Neraka membakarnya. 7 bentuk binatang manusia di akhirat:
1.    Seperti  rupa Babi, karena di dunia mereka menyukai/melakukan sesuatu yang kotor dan busuk, dan tidak menyukai yang bersih dan harum. Nafsu Chinziriyah (jiwa babi). Hendaklah jiwa itu di cuci dengan air ma’rrifatullah.
2.    Seperti rupa Anjing, sebab waktu ia hidup berkelakuan anjing yang senantiasa memakan najis. Kalau anjing mendapat setumpuk najis, dia ingin memonopoli. Diwaktu anjing itu kenyang atau lapa, lidahnya terjulur ke luar, menandakan ia belum merasa puas. Jika ia diusir, ia pun lari menggonggong dan menyalak. Nafsu Kalbiah (nafsu anjing) terletak dalam jiwa manusia, hendaklah dicuci dengan air ma’rifatullah.
3.    Seperti rupa Serigala. Serigala hanya berbuat aniaya (bengis, pemarah, pembelalang, pembelalik). Tindak tanduknya hanya berbuat kebinasaan dan kerusakan. Nafsul Subu’iah (jiwa serigala) hendaklah dicuci dengan air ma’rifatullah.
4.    Seperti rupa Tikus. Tikus mencuri makanannya dengan muncungnya. Kalau tempat barang yang dicurinya sempit tidak bisa masuk mulutnya dikaitnya makanan itu dengan ekornya. Barang-barang yang tidak bermanfaat untuknya digigitnya juga. Nafsu fakhriah (jiwa tikus), hendaklah dicuci dengan air ma’rifatullah.
5.    Seperti rupa Keledai. Keledai memiliki sifat bodoh dan tidak mengeri persoalan hidup dan mati. Nafsul himariah (jiwa keledai), cucilah dengan air ma’rifatullah.
6.    Seperti rupa Ular dan Kera, yang kerjanya menyengat  dan menyakiti. Nafsul Hiyah wal Agrabba, hendaklah di cuci dengan air ma’rifatullah.
7.    Seperti rupa Burung Merak. Orang yang bernafsu Tusiyah (jiwa merak), senantiasa kerjanya menyombong (takabbur), hanya ialah yang terbakar hangus, hendaklah dicuci dengan air ma’rifatullah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar